Dusun Cimulya, Dusun yang Kaya Potensi

Ketika iseng bongkar-bongkar isi mp4 gw, gw nemu peninggalan-peninggalan pas KKN. Nah, ini adalah tulisan tentang salah satu dusun di desa dimana gw melakukan KKN pada Agustus 2010 lalu. Tulisan tentang dusun ini juga ada di blog KKN Unpad kelompok gw, gw publish di blog gw ini gak papa juga kali ya wong yang bikin tulisan gw.. gw yang bikin tulisan ini karena dusun ini memang menjadi daerah eksplorasi khusus gw bareng 3 temen gw (saudari niken, saudara abay, dan saudara fuad), sedangkan temen-temen gw yang lainnya mengeksplorasi dusun-dusun lain yang masih satu kawasan desa, yakni Desa Patakaharja, Rancah. So..here's it..Dusun Cimulya!!

Suara tawa, senda gurau, dan perbincangan ringan di antara kami, mahasiswa KKNM Unpad hampir tak terdengar lagi kala kaki kami menginjakkan kaki di Dusun Cimulya, Desa Patakaharja. Suara-suara itu, berganti dengan suara napas terengah-engah dan keluhan lelah dari beberapa orang di antara kami. Teriknya matahari siang itu, plus medan yang lebih banyak tanjakan daripada turunan, memang membuat kami kelelahan. Lima hari kami di desa memang belum membuat kami terbiasa berjalan jauh dengan medan yang seperti itu. Walaupun begitu, hal tersebut tak mematahkan semangat kami untuk mengenal lebih jauh tentang potensi Dusun Cimulya. Jarak Dusun Cimulya dari rumah dimana kami tinggal di Dusun Bantardendeng sekitar 2-3 km dan berbatasan langsung dengan Dusun langensari. 

berjalan-jalan untuk pertama kalinya ke Dusun Cimulya
ini jauh beneran loh jalan kakinya..sumpah!

Hari-hari awal kami di desa memang kami isi dengan melakukan penjajakan dengan warga di setiap dusun, berfamiliarisasi, dan mengenal setiap potensi yang ada di Desa Patakaharja. Nah, tempat yang kami tuju di hari kelima KKN untuk melakukan ritual tersebut adalah Dusun Cimulya. Perjalanan menuju Cimulya hari itu cukup mengasyikkan dan penuh tantangan. Pertama-tama, selepas Dusun Langensari, hamparan sawah yang luas menyambut awal perjalanan kami. Jejeran bukit berselimut hutan yang menjadi latar belakang persawahan turut memanjakan mata kami yang jarang melihat pemandangan seperti itu sebelumnya. Kami pun tak lupa berfoto mengabadikan perjalanan kami.

Kehangatan antarwarga juga nampak di beberapa rumah warga. Anak-anak kecil bermain dengan sesamanya, dan para ibu-ibu juga asyik bercengkrama. Di tengah perjalanan, kami juga berpapasan dengan warga yang melakukan aktivitas di sawah. “Bade Kamana?”, tanya salah seorang warga. “Bade ka Cimulya bapak, mangga..”, sahut kami. Seperti itulah sedikit interaksi singkat yang terjadi kala rombongan kami bertemu salah seorang warga dalam perjalanan kami menuju Cimulya. Begitulah warga Patakaharja, ramah, hangat, dan bersahaja.

tuh kan gak nyampe, tadi sawah, sekarang lewat hutan




Setelah sawah, hutan dan kebun terlalui, akhirnya kami menemukan satu-dua rumah penduduk, yang berarti bahwa kami telah tiba di Dusun Cimulya. Berbeda dengan Bantardendeng dan Langensari, rumah-rumah di Dusun Bantardendeng lebih banyak tersusun di dataran yang mendaki, sehingga jika kita berada di salah satu rumah warga, kita dapat melihat pemandangan Desa Patakaharja, bahkan hingga Kabupaten Kuningan. Sungguh indah dan menyejukkan, karena sebagian besar batas penglihatan kita akan dihiasi sawah, pepohonan hijau, dan bukit-bukit yang mengelilingi wilayah tersebut.


cantik yaaa..
me ^^
saudari ifa yang kelelahan di balai dusun
Dari pandangan kami ketika memasuki Dusun Cimulya, dusun ini merupakan dusun yang cukup lengkap memiliki infrastruktur walaupun letaknya jauh dengan pusat desa. Dalam kunjungan kami ke Dusun Cimulya di hari-hari berikutnya, baru kami tahu bahwa Dusun Cimulya merupakan dusun yang dapat dibilang paling maju dan berkembang dibanding tiga dusun lainnya di Desa Patakaharja. Hal ini terlihat dari infrastruktur desanya dan keeratan warganya yang terhimpun dalam organisasi pemuda. Dusun ini memiliki tiga rukun warga, yakni RW 07, 08, dan 09, dan memiliki 7 rukun tetangga, yakni RT 17-24 serta dikepalai seorang kepala dusun bernama Pak Aman.


Pak Aman
Adapun infrastruktur yang ada di Dusun Cimulya yaitu balai dusun, madrasah, masjid utama, dan beberapa masjid kecil yang tersebar di setiap sudut dusun. Keeratan antarwarga Dusun Cimulya terlihat dalam organisasi Ikawaci (Ikatan Warga Cimulya) yang merupakan semacam karang taruna bagi para pemuda Dusun Cimulya. Selain kegiatan sehari-hari di kebun dan sawah, banyak kegiatan yang dilakukan para warganya, terutama dalam bidang keagamaan, seperti kegiatan pengajian ibu-ibu yang rutin diadakan setiap minggu, deba’an, madrasah bagi anak-anak yang selalu ada setiap hari, dan kegiatan pelatihan komputer bagi siapa saja yang ingin ikut di balai dusun setiap Jum’at dan Minggu. Pelatihan komputer tersebut merupakan usaha mandiri dari karang taruna dusun dengan mengajukan proposal. Adapun yang menjadi pembimbing pelatihan adalah guru dari sebuah SMK.


jadwal peserta pelatihan komputer

Seperti daerah lainnya di Desa Patakaharja, Dusun Cimulya juga kekayaan alam yang bersumber dari perkebunan yang ada, sebut saja kopi, aren, kolang-kaling, dan kelapa. Banyak warga yang menghasilkan gula aren dan kopi dari tanaman kopi yang sengaja ditanam sendiri, bahkan ada tempat pengolahan kolang-kaling yang dijual sampai ke lain wilayah. Kami melihat banyak warga yang menjemur biji kopi di depan rumah dan ada pula tempat pembuatan kolang kaling. Letaknya yang dekat dengan hutan juga menjadikan dusun Cimulya sebagai penghasil kayu mahoni sehingga banyak masyarakat dari luar kota yang mencari kayu mahoni ke Dusun Cimulya. Selain itu, banyak warga Cimulya yang menernak hewan sapi.



biji kopi yang sedang dijemur

kolang-kaling yang sedang direndam

kayu mahoni





Berbeda dengan dusun lainnya, kondisi air di Dusun Cimulya terbilang lebih jernih. Air yang dikonsumsi warga Dusun Cimulya berasal dari gunung yang ditampung di semacam bak yang kemudian air dari sana dialirkan melalui selang-selang kecil ke rumah-rumah warga.

bak air

Biogas di Cimulya
Di Juli 2010 ini, Dusun Cimulya terpilih menjadi salah satu dusun di Rancah yang ditunjuk sebagai tempat dicobanya teknologi sumber daya energi biogas. Teknologi biogas ini dipraktikkan di 8 rumah di Dusun Cimulya. Jika penerapan teknologi biogas ini berhasil dan memberikan manfaat yang diharapkan, maka teknologi ini akan diterapkan di seluruh Desa Patakaharja, terutama di daerah yang memiliki banyak ternak sapi karena bahan bakar utama penghasil biogas adalah kotoran sapi perah. Ketika kami mengunjungi lagi Dusun Cimulya beberapa hari kemudian, persiapan penerapan teknologi biogas sudah sampai pada tahap penggalian lubang untuk menanam tabung-tabung raksasa pensuplai gas.

ketika itu sedang dilakukan penggalian lubang untuk mengubur tabung penampung gas

nah, ini dia tabung raksasa itu

Satu lagi yang menjadi daya tarik Dusun Cimulya adalah keberadaan Sungai Ciranto yang aksesnya melalui hutan di pinggir Dusun Cimulya. Panorama yang asli dan indah menjadi daya tarik utama Ciranto. Sayangnya, warga di Desa Patakaharja termasuk di Cimulya sendiri masih membuang sampah ke kali sehingga ada beberapa titik di tepi sungai Ciranto yang tercemar sampah warga. Kedepannya, Sungai Ciranto ini akan dikembangkan menjadi kawasan wisata alam oleh pemerintah daerah setempat.

Mungkin saat ini warga Dusun Cimulya telah sebagian besar merasakan manfaat dari adanya teknologi biogas tersebut. Yah, mudah-mudahan saat kami kembali ke Desa Patakaharja keadaannya sudah jauh lebih baik, amiiin. Kami memang berencana akan kesana Februari nanti, ya semoga jadi agar ada cerita menarik yang bisa gw tulis disini. amiiiin.

Leave A Comment

Diberdayakan oleh Blogger.

sounds of my life

About Me

Foto Saya
happy.independent.wise.creative. simple.chic.kpop lover.VIP.YG-Stan. bit lazy.journalist.writer.cray-on.

Followers